top of page

Melihat Lebih Dekat: Kolaboratif dan Inspiratif

  • Mar 27, 2017
  • 2 min read

Dalam perjalanannya manusia tidak pernah berhenti mencari. Di dalam mencari, akan ditemui banyak sudut pandang, banyak celah-celah yang tak kasat mata yang terkadang kita luput untuk peka. Mencoba melihat lebih dekat dan mencari tahu apa yang tertinggal, aku berbagi cerita mengenai Umahkita. Karena terkadang, kita sendiri tidak sadar apa yang kita miliki hingga kita perlu diingatkan oleh orang lain, agar kita tidak menyianyiakan potensi tersebut.


Menjelaskan tentang latar belakang, visi, misi, tujuan, konsep, nilai yang dibawakan, dan juga program yang akan diusung. Terlihat antusiasme pada raut wajah teman-temanku, membuatku semakin yakin apa yang menjadi tujuan dari niat kecil ini. Dukungan dan energi positif yang disalurkan membuatku melihat lebih dekat dan membukakan pikiranku akan apa yang dapat dikembangkan dalam Umahkita.


Seorang temanku yang merupakan penggiat seni–penari tradisional dan fotografer, Arumdriya namanya, ia memberikan masukan mengenai kekayaan budaya yang perlu dibawakan dalam Umahkita. Melihat potensi dan konsep yang telah dirancang, ia merasa Umahkita bisa menjadi wadah kolaboratif untuk dapat berinteraksi satu sama lain dengan segala perbedaan yang ada dalam kebudayaan Indonesia. Tentu saja, masukan ini tidak akan aku sia-siakan karena dalam proses dan perkembangannya, aku pun berharap Umahkita bisa menjadi tempat untuk bertemu dan saling berbagi kekayaan budaya Indonesia yang sangat luhur. Dengan segala proses asimilasi dan akulturasi yang ada, tanpa menghilangkan jati diri yang sebenarnya.




Winona Amabel–penulis, penari, dan pecinta seni­–bertanya kepadaku disaat aku tengah menyampaikan dan menjelaskan Umahkita,

Kenapa tidak didirikan ditengah kota seperti Jakarta? Bukankah orang-orang yang berada di Jakarta perlu diingatkan juga tentang konsep “pulang” ini?

Pernah terlintas di pikiran untuk mendirikan Umahkita di tengah kota yang ramai, tetapi aku berpikir disini Umahkita mencoba untuk bersinkronisasi dengan lingkungan dan budaya sekitar­. Yang dimaksud disini adalah alam dan warga lokal yang kuat akan budayanya. Tetapi seperti yang telah kusebutkan diatas, terkadang kita lupa dan bahkan luput dan tidak menyadari potensi yang dimiliki. Sehingga akhirnya pun aku sadar, bahwa bahkan di kota ramai seperti Jakarta pun memiliki alam, warga, dan budaya lokal yang tidak kalah hebatnya. Disini, Umahkita bisa menjadi wadah inspiratif ditengah maraknya komunitas-komunitas modern dan membawa konsep “pulang” untuk menjadi pengingat.



 
 
 

Comments


Karanganyar Regency, Central Java, Indonesia

©2016 by umahkita. Proudly created with Wix.com

bottom of page